Kepala Pembunuh Berdarah Dingin Ini Sudah Diawetkan 176 Tahun

Tradisi mengawetkan jenazah memang sudah terdengar biasa, apalagi hal seperti ini sudah lama dipraktekkan di Timur Tengah sejak ratusan tahun yang lalu.

Seperti mumi yang dibalsem untuk mengawetkan raja-raja mesir.

Namun apa jadinya jika yang diawetkan hanya bagian kepalanya saja?

Tentu sedikit janggal bukan.

Ternyata bukan tanpa alasan, kepala itu sudah diawetkan dari 1841 hingga sekarang.

Dilansir Scoopwhoop, kejadian itu terjadi di sebuah Universitas Portugal.

Kepala seorang pembunuh berdarah dingin bernama Diogo Alves diawetkan di dalam sebuah toples.

Menurut Atlas Obscura, kisahnya bermula dari aksi yang dilakukan seorang pembunuh berantai bernama Diogo Alves.

Dari tahun 1836 sampai 1839, Diogo menjarah para petani yang melintasi jembatan.

Ia kemudian melempar para korban ke sungai.

Dia mengulangi perbuatannya tersebut selama 70 kali. Setelah tiga tahun, ia tiba-tiba menghentikan perbuatannya tersebut dan tak seorang pun yang tahu alasannya.

Kala itu polisi justru menyimpulkan adanya korban berjatuhan ditengarai karena aksi bunuh diri.

Lama tak terlihat aksinya, rupanya Diogo membentuk geng rampok dan mulai menargetkan tempat tinggal pribadi.

Setelah masuk ke tempat kediaman dokter dan membunuh orang-orang di dalamnya.

Dia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1841.

Saat ia dijatuhi hukuman mati, ilmu frenologi tengah menjadi bidang studi yang populer.

Ilmu ini mendukung gagasan bahwa otak menyimpan semua aspek kepribadian seseorang di area yang secara fisik berbeda dan bentuk tengkorak tersebut mencerminkan organisasi internal.

Sifat kepribadian, termasuk jiwa kriminal, bisa dirasakan, diraba dan diukur tepat pada tengkorak seseorang.

Oleh sebab itu, kepala Diogo Alves menjadi salah satu bahan penelitian, tapi hanya ada sedikit bukti yang berhasil terkuak.

Meski penelitian telah berakhir, kepala Diogo tetap dipajang di laboratorium sampai sekarang.

sumber berita dari http://bangka.tribunnews.com/2017/10/12/kepala-pembunuh-berdarah-dingin-ini-sudah-diawetkan-176-tahun?page=2

loading...
Loading...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *